Skip to content

Pesiar

December 19, 2008
tags:

Depot kecil di tepi Petchaburi Road, sekitar jam tujuh malam. Ada segerombolan turis dari Malaysia. Rekanan pemilik depot sibuk ngasih petunjuk jalan untuk diangsurkan ke supir taksi, yang seperti penduduk kebanyakan negeri ini, kurang ahli baca aksara latin dan cuma terlatih baca aksara kriting dengan bola-bola dan alis di atas dan di bawah.

Saya beberapa kali ke situ, jadi relatif bisa paham siapa yang empunya dan siapa yang jadi tukang rebus mi. Si empunya depot masuk, Pak Cik empat puluhan, diikuti Mak Cik dengan wajah bersyukur dan lega, meski tergopoh-gopoh. Ada sesuatu yang berbulu dan nampak kelabu sengaja dibekap dalam rengkuhan, jika bukan jepitan lengan si Pak Cik. Lewat di depan meja saya.

“Kucing? Kenapa?” tanya Saya.
“Kucing! Pesiar!” tukas si Mak Cik.

Emang kucing mo pesiar ke mana?? *think MacGyver.. think!* Oh.. maksudnya “kabur”..

Di tempat itu juga dua bulan lalu saya mengiyakan ketika si Mak Cik menawarkan “air limon”. Terbayang es jeruk nipis atau es jeruk. Yang terhidang di meja adalah sebotol minuman warna oranye menyala, soda limun.. dan konon kami satu rumpun.. *gawd*

Oh ya, ini dia si manis yang dipaksa pulang itu malam, supaya tidak diperkosa kucing garong jalanan:

Advertisements
2 Comments leave one →
  1. Anti permalink
    August 25, 2009 4:37 PM

    wakkakkak.. seru-seru tulisannya.. and lucuu.. bikin fresh abis baca karena ngakak-ngakak..

    • September 16, 2009 12:14 AM

      Hey there, stranger. Senang bisa bikin ketawa 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: