Skip to content

Kursi Nomor Tiga

July 10, 2008
tags:

20:15
Berangkat. Kaga tau gimana cara merebahkan kursi. Headphone yang disuarkan di brosur cuma tinggal kabel. Nanya cara merebahkan kursi ke nona di kursi nomor enam.

20:20
Nomor 5: “Eh elo berapa?”
Nomor 6: “Dua koma sembilan tujuh.”
Nomor 5: “Tinggi banget lu. Gue nol koma sembilan tujuh.”

“..aku bukan siapa-siapa.. untukmu…” (tidit.. hapenya berdering) “Cok lon di Fatmawati. Jak ngen moto, beuh.. Fatmawati beuh.. Ka beuh..”

20:30
Irfan Herlambang
09-Jul-08 20:17
Fwd: Trima kasih saya ucapkan atas semua pengetahuan dan bimbingannya selama 3 hari di setiabudi. insya ALLOH manfa’at dan barokah.

20:40
Mikirin “Plurk” yang diceritain Toni tadi siang. Hmm.. gue terlalu paranoid <g>.

20:45
Sibuk mengamankan tas laptop, brownies dan kamera kantor. Gue lagi paranoid lagi. Padahal di dalam mobil antar-jemput, bukan di kereta malam. Tapi tetep aja..

21:15
Lampu-lampu di kegelapan. Nampak kayak pabrik.

21:20
Pantat sapi di truk tronton.

21:30
“Gue sedih nih. Ditolak. Yasmin balik sama mantannya. Elo di mana?”

Restart telepon seluler dengan paksa. Terlalu lemot untuk putar musik dan main games bersamaan.

21:35
“Katanya gak dapat chemistry-nya. Lha iyalah, kan baru sebulan..”

21:40
“Iya, nelpon.. Kan pake ai em tri.”

21:45
Menghitung menit. Mana Fatmawati-nya?

21:50
Nyumpahin diri sendiri, kenapa tidak pernah tergerak beli MP3 player.

“..sumpah gak bakal nikah.. Di depan mantannya bilang gitu..”

21:55
“Iya, mau keluar. Sama cowok.”

21:00
“Di jalan, gue!”

Bekasi Square. Mirip kastil raja-ratu Eropah. Highway lights! Uh oh.. I’m blind..

“Hana.. Di jalan tol.. Honda jeut? Hana.. Ka beuh..”

22:05
Mobil menambah kecepatan. Horee!

“..Jati Asih.. Ka beuh?”

22:15
Sepatu gue sebelah kiri mana???

22:20
Neon sign “Leading the Human Development Paradigm” di tepi jalan tol TB. Simatupang.. Merek yang berat..

“Kamu di mana? Sudah tidur? Jemput mama, ya. Sekarang.”

+++

Catatan:
Rekaman perjalanan dari Bandung ke Jakarta, naik antar-jemput dengan tujuh penumpang dan satu sopir, tanpa singgah. Meninggalkan Bandung pk. 20:15, tiba di Jakarta 22:25.
Kalimat cetak tegak adalah pikiran gue. Kalimat cetak miring adalah suara orang lain. Satu baris kalimat adalah suara satu orang.

Advertisements
No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: